Tata Cara Sholat Tahajud yang Baik dan Benar, Kamu Harus Paham!

Tata Cara Sholat Tahajud –  Hallo sahabat Juraganesia khususnya buat kaum muslimin millenials, semoga kita selalu menjadi insan yang bertaqwa kepada-Nya dan senantiasa menjadi pemuda- pemudi yang istiqomah dalam melaksanakan perintah Allah Swt serta menjauhi segala larangan-Nya.

Pada topik pembahasan kali ini,  kita akan mencoba menerangkan kepada para pengunjung laman ini seputar tata cara sholat tahajud yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Mengerjakan amalan kebaikan tanpa ilmu bukanlah sesuatu hal yang disyari’atkan. Karena memiliki banyak sekali kekhawatiran amalan yang dikerjakan itu tidak memiliki tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

Maka penting untuk mengetahui ilmunya sebelum mengerjakan sebuah amalan. Begitu pun dengan sholat tahajud, yakni sholat sunnah yang memiliki banyak sekali keutamaan. Maka sebelum mengerjakannya kita harus tahu bagaimana panduan sholat tahajud yakni tata cara sholat tahajud dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Sekilas Info Tentang Sholat Tahajud

Sholat tahajud atau qiyamul lail adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 

(يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١) قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢

“Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).” (QS. Al Muzammil [73] : 1-2). Sedangkan pada ayat lainnya Allah SWT. juga berfirman dalam surat Al- Isra’ :

 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

 “Dan pada sebagian malam hari, bersholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra [17]:79).

Mengenai cara mengerjakannya, mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa sholat tahajud dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/397, Al Maktabah At Taufiqiyah).

 

 

 

 

Panduan Sholat Tahajud

Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang memiliki banyak sekali keutamaannya. Yakni di antara keutamaan sholat tahajud ialah bahwa sholat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ )(18

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Ada pun mengenai waktu melaksanakan sholat tahajud yakni boleh dikerjakan di awal, pertengahan atau akhir malam. Semuanya pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik –pembantu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam—bersabda :

 

مَا كُنَّا نَشَاءُ أَنْ نَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اللَّيْلِ مُصَلِّيًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ وَلَا نَشَاءُ أَنْ نَرَاهُ نَائِمًا إِلَّا رَأَيْنَاهُ

“Tidaklah kami bangun agar ingin melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari mengerjakan shalat kecuali pasti kami melihatnya. Dan tidaklah kami bangun melihat beliau dalam keadaan tidur kecuali pasti kami melihatnya pula.” (Shahih. HR. Bukhari no. 1141, An Nasai no. 1627 (ini lafazh An Nasai), At Tirmidzi no. 769. Lihat Shahih wa Dho’if Sunan An Nasai, Syaikh Al Albani, 4/271, Asy Syamilah.)

Selain itu pula Ibnu Hajar menjelaskan,

 

إِنَّ صَلَاته وَنَوْمه كَانَ يَخْتَلِف بِاللَّيْلِ وَلَا يُرَتِّب وَقْتًا مُعَيَّنًا بَلْ بِحَسَبِ مَا تَيَسَّرَ لَهُ الْقِيَام

“Sesungguhnya waktu shalat malam dan tidur yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda setiap malamnya. Beliau tidak menetapkan waktu tertentu untuk shalat. Namun beliau mengerjakannya sesuai keadaan yang mudah bagi beliau.” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i, 3/23, Darul Ma’rifah Beirut, 1379.)

Sementara waktu utama untuk mengerjakan sholat tahajud adalah di waktu sepertiga malam yakni di akhir malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

 

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758, dari Abu Hurairah.)

Jumlah rakaat sholat tahajud yang dianjurkan atau disunnahkan yakni tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat. Inilah yang menjadi pilihan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. ‘Aisyah mengatakan,

 

مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738).

 

 

 

Cara Mengerjakan Sholat Tahajud

Cara mengerjakan sholat tahajud pada dasarnya hampir sama dengan mengerjakan sholat-sholat lainnya. Sholat tahajud dikerjakan dua rakaat, rakaat dan ada pun jumlah rakaat yang dikerjakan dalam sholat tahajud lebih diutamakan untuk mengerjakannya sebanyak delapan rakaat kemudian diikuti dengan tiga rakaat sholat witir.

Selain itu, dalam pelaksanaannya pun diutamakan agar dikerjakan lebih lama saat mengerjakan setiap gerakan-gerakan sholat. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kemudian Rasulullah rukuk. Lama rukuknya beliau sama dengan lama berdiri. Kemudian beliau tegak berdiri (I’tidal), hampir sama lamanya dengan rukuk. Kemudian beliau sujud dan lamanya sujud sama dengan lama I’tidal beliau.” (HR. Ahmad)

Ada pun waktu untuk mengerjakan sholat tahajud terbagi menjadi tiga bagian yaitu boleh dikerjakan di awal, pertengah atau akhir malam. Namun yang lebih utama adalah mengerjakannya pada akhir malam. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Rabb kami –Tabaroka wa Ta’ala-  akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan doa pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no.758, dari Abu Hurairah).

 

 

 

 

Niat Sholat Tahajud yang Benar dan Terjemahannya

Dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu, Syaikh Wahbah menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Ada pun melafalkannya bukanlah syarat, namun ia disunnahkan oleh jumhur ulama selain mazhab Maliki dengan maksud membantu hati dalam menghadirkan niat.

Ada pun niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:

USHOLLI SUNNATATTAHAJUDI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Artinya: Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.

 

 

 

 

Bacaan Sholat Tahajud dan Fadhilahnya

Bacaan sholat tahajud pada dasarnya sama dengan bacaan sholat pada sholat-sholat lainnya. Di mulai dari niat, membaca doa iftitah, membaca surat alfatihah, membaca surat-surat yang ada di Al-Qur’an, hingga sampai mengucapkan salam di akhir.

Setelah sholat tahajud dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti membawa tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istighfar dan doa-doa sholat tahajud yang disunnahkan lainnya.

 

 

 

Gerakan Sholat Tahajud

Pada dasarnya mengerjakan sholat tahajud sama dengan mengerjakan sholat-sholat lainnya. Hanya saja sholat tahajud dilakukan dua rakaat-dua rakaat hingga sebanyak 11 atau 13 rakaat. Dan pelaksanaannya pun dikerjakan dengan lebih lama saat melakukan gerakan sholat.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kemudian Rasulullah rukuk. Lama rukuknya beliau sama dengan lama berdiri. Kemudian beliau tegak berdiri (I’tidal), hampir sama lamanya dengan rukuk. Kemudian beliau sujud dan lamanya sujud sama dengan lama I’tidal beliau.” (HR. Ahmad).

 

 

 

Doa Sesudah Sholat Tahajud, Apa saja ya?

Sepertiga malam terakhir termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah, karena Allah Ta’ala menjanjikan akan mengabulkan doa di waktu ini. Yakni bisa dilakukan ketika selesai sholat dua rakaat atau seusai sholat tahajud sebelum witir, atau ketika sujud atau menjelang salam sebelum tasyahud.

Doa khusus untuk dibaca ketika tahajud berdasarkan hadits yang shahih, terdapat pada doa iftitah dan doa setelah witir. Bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika iftitah Yakni sebagai berikut :

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf, beliau bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Apa doa yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengawali shalat malam beliau?” Aisyah menjawab: “Beliau memulai shalat malam beliau dengan membaca doa :

 

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Tuhannya Jibril, mikail, dan israfil. Pencipta langit dan bumi. Yang mengetahui yang gaib dan yang nampak. Engkau yang memutuskan diantara hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Berilah petunjuk kepadaku untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.” (HR. Muslim 770, Abu daud 767, Turmudzi 3420 dan yang lainnya).

Selain itu, Dari Ibnu Abba radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam apabila melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca doa iftitah :

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ

“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau yang mengatur langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Hanya milikMu segala puji, Engkau pencipta langit dan bumi serta siapa saja yang ada di sana. Engkau Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar. Surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah diri, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertawakkal, hanya kepada-Mu aku bertaubat, hanya dengan petunjuk-Mu aku berdebat, hanya kepada-Mu aku memohon keputusan, karena itu, ampunilah aku atas dosaku yang telah lewat dan yang akan datang, yang kulakukan sembunyi-sembunyi maupun yang kulakukan terang-terangan. Engkau yang paling awal dan yang paling akhir. Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Ahmad 2710, Muslim 769, Ibn Majah 1355).

 

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ketika bangun malam, beliau bertakbir, kemudian membaca :

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

“Maha Suci Engkau Ya Allah, aku memuji-Mu, Maha Mulia nama-Mu, Maha Tinggi keagungan-Mu, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Kemudian membaca :

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.” (3 kali)

Dilanjutkan dengan membaca takbir :

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

“Allah Maha Besar.” (3 kali)

(HR. Abu Daud 775, Ad-Darimi 1275 dan dishahihkan al-Albani)

 

 

 

Kumpulan Doa Sholat Tahajud Setelah Witir

Ada pun doa sholat tahajud yang dibaca setelah witir ialah sebagai berikut :

 

Doa Sholat Tahajud Pertama

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam shalat witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS. (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan al-Albani). Sedangkan dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu ‘anhu, terdapat tambahan :

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A’la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: subhaanal malikil qudduus, 3 kali. Beliau keraskan yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani).  Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan juga :

 

… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

“Beliau baca panjang yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan al-Albani). Disebutkan dalam riwayat Thabrani adanya tambahan :

 

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH

“Tuhan para malaikat dan ar-Ruh.”

 

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Di bagian akhir beliau membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH. (HR. Ad-Daruquthni 1660. Dalam Fatwa islam (no. 14093) dinyatakan: sanadnya shahih, dan disebutkan Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma’ad (1/323).

Maka dari beberapa riwayat di atas dapat kita simpulkan terkait bacaan doa ini, yakni sebagai berikut :

  1. Doa ini dibaca tepat setelah salam sholat witir
  2. Doa ini dibaca tiga kali
  3. Pada bacaan kali ketiga, dikeraskan dan dipanjangkan: “Subhaanal malikil qudduuuuu … ss”
  4. Disambung dengan membaca: “Rabbil malaaikati wa ruuh …”

 

Note :

Kalimat: “Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh”

Kalimat termasuk salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika rukuk atau sujud.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan :

 

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول في ركوعه وسجوده: سبوح قدوس، رب الملائكة والروح

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa ketika rukuk dan sujud beliau: Subbuuhun qudduusun…dst. (HR. Muslim 487).

Mengingat lafadz Subbuuhun qudduusun adalah doa sujud atau rukuk ketika shalat, sehingga tambahan ini tidak ada hubungannya dengan shalat witir. Karena tidak perlu dibaca seusai witir.

 

 

 

Doa Sholat Tahajud Kedua

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي وِتْرِهِ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،…

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di penghujung shalat witirnya, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHAA-KA MIN SAKHATIK… (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)

Ada pun untuk membaca doa ini, hadits di atas tidak dijelaskan kapan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam membaca doa tersebut ketika sholat witir. Dalam catatan untuk Sunan An-Nasai, As-Sindi mengatakan :

قوله: ” كان يقول في آخر وتره”: يحتمل أنه كان يقول في آخر القيام ، فصار هو من القنوت ؛ كما هو مقتضى كلام المصنف، ويحتمل أنه كان يقول في قعود التشهد ، وهو ظاهر اللفظ

Keterangan beliau “di penghujung shalat witirnya, beliau membaca…” mungkin maknanya adalah beliau baca di akhir tahajud, sehingga itu termasuk doa qunut, sebagaimana isyarat keterangan An-Nasa’i, mungkin juga dimaknai bahwa doa ini dibaca ketika duduk tasyahud akhir, dan ini makna yang tersirat dari hadis tersebut. (Dinukil dari Bughyatul Mutathawi’, hlm. 30).

Akan tetapi disebutkan dalam kitab Amalul Yaum wa Lailah karya an-Nasai, demikian pula ibnu Sunni, bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan :

 

بت عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات ليلة ، فكنت أسمعه إذا فرغ من صلاته وتبوأ مضجعه يقول : اللهم إني أعوذ بمعافاتك من عقوبتك …

“Saya menginap di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam. Ketika beliau usai shalat dan bersiap di tempat tidurnya, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI MU’AAFATIKA MIN ‘UQUUBATIK, … dst.” (Muntaqa Amalul Yaum wa Lailah An-Nasai, Hal. 25).

Di antara kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau kembali ke tempat tidur seusai melaksanakan shalat tahajud. Sambil mempersiapkan tempat tidurnya, beliau membaca doa tersebut.

Sementara itu, disebutkan dalam riwayat yang lain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan :

 

فَقَدْتُ رَسُولَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْتَهَيْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ سَاجِدٌ وَقَدَمَاهُ مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،

“Saya kehilangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan sedang sujud, dan dua kaki beliau dipancangkan , sementara beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHAA-KA MIN SAKHATIK…” (HR. Ahmad 25655, An-Nasa’i 1100, Ibn Majah 3841, Ibnu Hibban dalam shahihnya 1932, Ibn Khuzaimah dalam shahihnya 655, dan dishahihkan al-Albani).

 

Note :

Maka Berdasarkan dua riwayat ini, dapat kita simpulkan bahwa ada dua tempat untuk membaca doa ini yaitu ketika :

  1. Setelah sholat witir
  2. Ketika sujud dalam sholat

 

 

 

 

Manfaat dan Khasiat Sholat Tahajud yang Luar Biasa harus Kamu ketahui

Di antara manfaat sholat tahajud yang luar biasa ialah sebagai berikut :

 

 

1. Mendapatkan keutamaan sholat tahajud

Seseorang yang menjalankan sholat tahajud maka baginya mendapatkan keutamaan yang tidak sama dengan yang tidak menjalankannya. Tentu hal ini merupakan keistimewaan tersendiri bagi mereka yang menjalankan sholat tahajud.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zuma : 9)

 

 

 

 

2. Mendapatkan keutamaan dari mengerjakan sholat sunnah yang terbaik

Termasuk di dalamnya keutamaan dari mengerjakan sholat tahajud adalah mendapatkan keutamaan sholat sunnah yang terbaik bahkan melebihi sholat sunnah rawatib. Karena qiyamul lail merupakan tathawwu’ yang paling utama.

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa syahrullah, yakni bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Tirmidzi).

 

 

 

3. Mendapatkan keutamaan dari kebiasaan orang sholih

Sholat tahajud merupakan kebiasaan orang-orang sholih. Maka ketika mengerjakannya mendapatkan keutamaan dari hal itu. Memiliki kebiasaan yang sama dengan orang-orang sholih adalah suatu hal yang luar biasa. Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa.” (Lihat Al Irwa; no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

 

 

Demikianlah pembahasan mengenai tata cara sholat tahajud hingga pada manfaat luar biasa dari sholat tahajud. Semoga dengan pengetahuan ini kita bisa berikhtiar untuk senantiasa mengamalkannya di setiap malam. Aamiin ya Robbal’alamin.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: