Apa Saja Syarat Wajib Puasa? Berikut Penjelasannya, Lengkap!

Syarat Wajib Puasa – Puasa merupakan salah satu amalan yang sangat baik. Bahkan termasuk ke dalam rukun islam, yang berarti keutamannya sangat besar. Selain daripada itu, ditinjau dari segi medis pun terbukti bahwa dengan berpuasa tubuh seseorang akan menjadi lebih sehat.

Puasa ada banyak sekali macamnya sekaligus dengan hukum melaksanakannya. Salah satu yang diwajibkan adalah puasa Ramadhan. Selain daripada itu, ada beberapa puasa yang  disunnahkah oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Seperti puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud, dan lain sebagainya.

Namun terlepas dari hal itu, suatu amalan yang baik tentu akan mencapai keutamaannya apabila seseorang mempunyai ilmu untuk mengamalkannya. Begitu pun dengan puasa. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah syarat wajib puasa.

InsyaAllah, hal ini akan menjadi ikhtiar seseorang untuk memaksimalkan amalan puasanya. Meskipun diterima atau tidaknya puasa seseorang itu adalah kuasa Allah yang tidak bisa diprediksi oleh semua orang.

 

 

 

Pengertian Puasa Menurut Bahasa Dan Istilah

Pengertian puasa dapat didefiniskan menurut bahasa dan istilah. Menurut bahasa Arab, puasa disebut dengan Ash Shiyaam ((الصیام) atau Ash Shaum (الصوم). Ash Shiyam secara bahasa artinya adalah al imsaak (الإمساك) yaitu menahan diri.

Sementara menurut istilah, ash shiyaam artinya beribadah kepada Allah Ta’ala dengan menahan diri dari makan, minum dan hal-hal pembatal puasa lainnya, yaitu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

 

 

 

Pentingnya Puasa Sebagai Salah Satu  Rukun Islam

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa menurut istilah puasa berarti beribadah kepada Allah dengan cara menahan diri dari makan, minum dan segala sesuatu yang membatalkannya. Maka melaksanakannya adalah sebuah kebaikan berbuah pahala.

Apalagi puasa di bulan Ramadhan yang sudah jelas hukum melaksanakannya adalah wajib bagi setiap muslim. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa.” (QS. Al Baqarah :183)

Oleh karena itu, melaksanakannya adalah sebuah bentuk ketundukkan pada perintah Allah Ta’ala. Selain daripada itu puasa Ramadhan pula merupakan salah satu dari rukun islam. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam:

“Islam dibangun di atas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari – Muslim)

Hakikatnya sebagai salah satu rukun islam sudah seharusnya kita memaksimalkan ikhtiar untuk dapat melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Tidak hanya pada puasa Ramadhan, namun tentu akan lebih baik bila kita dapat melaksanakan puasa sunnah.

Di antara keutamannya pun sangat banyak. Dengan berpuasa, seseorang dapat lebih sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang diarang Alah serta sabar terhadap takdir Allah atas rasa lapar dan kesulitan yang dirasakan selama puasa.

 

 

 

Syarat- syarat Wajib Puasa Bagi Seorang Muslimin dan Muslimat

Seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa suatu amalan yang baik untuk mencapai keutamaannya maka diperlukan sebuah ilmu untuk mengamalkannya. Begitu pun dengan berpuasa. Di antara yang perlu diperhatikan adalah syarat wajib puasa.

Lalu apa saja syarat-syarat wajib puasa bagi seorang muslimin dan muslimat? Berikut ini kami rangkum syarat wajib puasa untuk Anda.

 

1. Beragama Islam

Sudah menjadi ketentuan tersendiri, bahwa islam menjadi syarat wajib seseorang untuk berpuasa. Berdasarkan firman Allah Ta’ala dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183: “… Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, ….”

Dengan artian, orang-orang kafir tidak dituntut untuk melaksanakan puasa sebagaimana orang-orang beriman diwajibkan atasnya. Sekali pun orang kafir berpuasa, maka puasanya tidak sah.

 

 

2. Baligh

Di antara tanda-tanda baligh yang terdapat pada laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:

  1. Keluarnya mani ketika sadar atau tertidur (ihtilam)
  2. Tumbuh bulu kemaluan. Namun ulama Syafi’iyah menganggap tanda seperti ini adalah khusus untuk anak orang kafir atau orang yang tidak diketahui keislamannya dan bukan tanda pada muslim dan muslimah.
  3. Tanda khusus yang hanya ada pada perempuan: datang haidh dan hamil.

 

 

3. Berakal

Kewajiban berpuasa tidak dibebankan pada orang yang gila, orang yang sedangnpingsan dan orang yang tidak sadarkan diri. Dengan artian, syarat wajib puasa yaitu mereka yang berakal atau sadar.

Apabila seseorang kehilangan kesadarannya ketika berpuasa, maka puasanya tidak sah. Namun apabila hilang kesandaran lalu kemudian sadar di siang hari dan ia mendapati waktu siang tersebut walau hanya sekejap saja, maka puasanya sah.

Terkecuali bila ia tidak sadarkan diri pada seluruh siang, yaitu mulai dari subuh hingga tenggelamnya matahari maka puasanya tidak sah. (Lihat Hasyiyah Syaikh Ibrahim Al Baijuri, 1:551-552)

Syarat wajib puasa kedua dan ketiga yaitu baligh dan juga berakal, kedua hal ini berdasarkan pada hadits Nabi, yaitu:

“Pena diangkat dari tiga orang:(1) orang yang tidur sampai ia terbangun, (2) anak kecil sampai ia ihtilam (keluar mani), (3) orang gila sampai ia berakal (sadar dari gilanya).” (HR. Abu Daud No. 4403, An Nasai No.3432, Tirmidzi N. 1423, Ibnu Majah No. 2041. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

 

 

4. Mampu untuk berpuasa

Syarat wajib puasa yang terakhir adalah mampu untuk berpuasa. Maksudnya adalah kemampuan syar’i dan kemampuan fisik. Kemampuan syar’i misalnya seorang perempuan yang suci dari haidh dan nifas.

Sementara orang yang tidak mampu secara fisik seperti orang yang sakit berat atau berada dalam usia senja atau sakitnya tak kunjung sembuh, maka dalam hal ini seseorang tersebut tidaklah wajib untuk berpuasa.

 

 

 

Syarat – Syarat Sah Dalam Berpuasa

Selain syarat wajib puasa, ada beberapa syarat pula yang perlu diperhatikan agar puasa yang dijalani menjadi sah. Hal ini penting untuk diketahui, agar puasa yang dijalani menjadi sah dan tidak terkesan asal-asalan.

Syarat-syarat sah dalam berpuasa sama pentingnya dengan syarat wajib puasa. Berikut ini kami rangkum syarat-syarat sah dalam berpuasa untuk Anda.

 

 

1. Suci dari haidh dan nifas

Syarat sah yang pertama yaitu suci dari haidh dan juga nifas bagi wanita yang melahirkan. Maka sebelum melaksanakan puasa, seorang wanita yang sudah selesai masa haidh dan nifasnya harus melakukan mandi besar.

Suci dari haidh dan nifas ini juga terkena syarat kewajiban puasa sekaligus syarat sahnya puasa. Dengan begitu, apabila seorang wanita sedang berpuasa lalu pada waktu yang tidak terduga mengalami haidh, maka wajib baginya untuk membatalkan puasanya.

 

 

2. Niat

Puasa adalah ibadah, maka sudah seharusnya diawali dengan niat karena apabila tidak demikian amalan tersebut tidaklah sah. Hal ini berdasarkan pada sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin Al Khottob).

Niat inilah yang membedakan puasa dengan menahan lapar lainnya. Ada pun yang dimaksud niat itu sendiri adalah kehendak untuk melakukan sesuatu dan niat letaknya ada di dalam hati. Seperti yang disampaikan An Nawawi rahimahullah-ulama besar dalam Syafi’iyah-,

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan. Masalah ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, 1/268)

Selain itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Bila seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama. (Majmu’a Al Fatawa, 18/262).

 

 

 

Hal- hal yang Dapat Membatalkan Puasa

Agar puasa kita dapat dengan lancar dijalani, maka penting untuk mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa agar senantiasa menjauhi hal-hal tersebut. Seperti di antaranya makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui hal apa saja yang membatalkan puasa, berikut ini beberapa hal yang dapat membatalkan puasa.

 

1. Makan dan minum dengan disengaja

2. Keluar manis dengan disengaja

3. Muntah dengan disengaja

4. Keluarnya darah haidh dan nifas

5. Menjadi gila atau pingsan

6. Murtad (riddah)

7. Berniat untuk berbuka

8. Merokok

9. Jima atau bersenggama di tengah hari saat berpuasa. Hal ini selain membatalkan puasa dan wajib meng-qadha puasa, juga diwajibkan atasnya menunaikan kafarah dengan membebaskan budak atau bila tidak ada maka boleh dengan puasa dua bulan berturut-turut, apabila tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin.

 

 

Nah Sobat Juraganers yang dicintai Allah Swt. Demikianlah pembahasan mengenai puasa. Mulai dari pengertian puasa, syarat wajib puasa, syarat sah puasa hingga pada hal-hal yang membatalkan puasa. Semoga kita bisa terus berikhtiar untuk melakukan perbaikan dan evaluasi amalan-amalan kebaikan kita selalu.

And finally, Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: