Suka Berbisnis Hortikultura, Ini Dia Pengertian Agribisnis Menurut Para Ahli dan Bahasa!

Pengertian Agribisnis – Tahukah Sahabat Juraganesia sekalian bahwa hortikultura menjadi subsektor andalan terutama bagi generasi muda. Pasalnya, hortikultura merupakan subsektor yang sangat prospektif mendongkrak nilai ekonomi dan pendapatan petani.

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Hortikultura dapat diartikan sebagai budidaya tanaman. Adapun bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi.

Selain sangat prospektif mendongkrak nilai ekonomi, subsektor ini juga sangat cocok dilakukan di Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia merupakan negara agraris yang seharusnya memiliki persediaan bahan pokok. Peluang bisnis pertanian atau agribisnis ini bisa dibilang memiliki peluang yang cukup besar. Baik dari segi keuntungannya maupun dari segi manfaatnya bagi masyarakat luas.

Oleh sebab itu, perlu adanya sosialisasi mengenai agribisnis. Agar  kita dapat memanfaatkan peluang bisnis pertanian dalam pengoptimalan kebutuhan pokok. Bahkan kita perlu fokus memanfaatkan peluang agribisnis dalam bidang ekspor bukan impor, sebagai bukti bahwa bahan pokok di negara Indonesia sangatlah melimpah.

 

 

 

Pengertian Agribisnis Menurut Bahasa dan Istilah dari Para Ahli

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Agribisnis berasal dari bahasa Inggris agribusiness yang merupakan kata baru hasil penggabungan dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Jadi secara sederhana agribisnis berarti bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan.

Menurut Cramer and Jensen, agribisnis adalah suatu kegiatan kompleks. Meliputi industry pertanian, industri pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan distribusi bagi bahan pangan serta serat-seratan kepada pengguna/konsumen.

Sementara E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai sub-sistem. Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah sistem.

 

 

 

Cara Memulai Berbisnis dalam Agrikultur / Pertanian

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Agribisis merupakan salah satu bidang usaha yang menjanjikan. Selain membawa banyak manfaat bagi masyarakat luas, usaha bidang pertanian ini juga membawa keuntungan yang besar. Maka berikut ini kami informasikan mengenai cara memulai bisnis bidang pertanian:

1. Mencari lahan

Rata-rata penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, maka produk dari usaha agribisnis suah banyak dijadikan sebagai komoditas ekspor. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa agribisnis menjadi bidang usaha yang patut untuk dipertimbangkan.

Namun karena hal ini pula, lahan di berbagai kota besar semakin sempit. Sehingga mengharuskan para pengusaha yang akan memulai usaha agribisnis harus serius memutar otak untuk mencari inovasi.

Seperti  sebuah istilah ‘Banyak jalan menuju roma’. Maka bila tidak memiliki tanah yang cukup luas untuk bisnis pertanian, carilah lahan-lahan mati yang berpotensi untuk pertanian. Maksud lahan mati adalah lahan yang tidak produktif, alias tidak untuk kegiatan pertanian.

Kamu bisa bekerja sama dengan pemilik tanah, sehingga dalam hal ini tidak perlu untuk membali tanah untuk beberapa waktu.

 

 

 

2. Membuat perencanaan memulai bisnis

Banyak di antara kita yang keliru ketika berbicara mengenai hal pertama yang dibutuhkan bagi seseorang dalam memulai bisnis. Mayoritas mungkin menjawab modal. Modal usaha memang penting dalam memulai sebuah bisnis, namun ada hal lain yang lebih penting daripada modal ketika memulai bisnis. Yakni, kemampuan dan perencanaan dalam berbisnis.

Apalagi memulai bisnis pertanian yang terbilang menguras banyak waktu. Memiliki kemampuan dalam hal pertanian menjadi hal penting yang harus dipersiapkan. Selain itu, kita juga perlu membuat perencanaan memulai bisnis.Maksudnya adalah memerhatikan potensi keuntungan hasil pertanian ketika mengalami jual-beli.

 

 

 

3. Perhatikan jenis tanaman

Sebagai negara agraris, pengusaha Indonesia memang harus mengupayakan untuk membangun pertanian bahan pokok. Seperti beras, gula, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan agar Indonesia mengalami pengurangan dalam hal impor bahan pokok.

Namun jenis tanaman yang akan ditanam pun harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan daerah. Jika di daerah atau tanah yang ada lebih menonjolkan pertanian ubi madu, maka kamu bisa memfokuskan untuk bertanam ubi madu. Bila tidak disesuaikan, bisa saja mengalami gagal panen.

 

 

 

4. Perhatikan peluang bisnis yang berkaitan dengan produk pertanian

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, maka kamu perlu memerhatikan peluang bisnis yang berkaitan dengan produk yang ditanam. Jangan hanya fokus pada cocoktanam dan menghasilkan produk saja, namun jadikan produk baru yang memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Hal ini termasuk ke dalam pembahasan perencanaan bisnis yang sudah kamu buat sebelumnya. Jika menghasilkan ubi, maka sebagai pembisnis pertanian harus bisa mengelola ubi menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada hanya menjual batang ubi saja.

 

 

 

5. Metode menanam

Setelah menentukan jenis tanaman apa yang akan ditanam, maka hal yang perlu diperhatikan pula ialah metode menanam. Jika kamu berada di daerah yang berlahan sempit, maka cara tanam dengan metode vertikultur akan sangat membantu. Vertikultur ialah cara untuk menanam dengan menggunakan media disusun vertikal.

 

 

 

Hal – hal yang Harus Diperhatikan dalam Agribisnis

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha agribisnis:

1. Pengembangan infrastruktur agribisnis

Untuk mengembangkan pertumbuhan agribisnis, perlu adanya dukungan pengembangan infrastruktur. Misalnya seperti jaringan jalan dan transportasi (laut, darat, sungai dan udara), jaringan listrik, air, pelabuhan domestik dan pelabuhan ekspor dan lain lain sebagainya.

 

 

 

2. Sumberdaya agribisnis

Agar bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar, maka diperlukan pengembangan sumberdaya agribisnis. Terutama pemanfaatan dan pengembangan teknologi, serta pembangunan kemampuan Sumberdaya Manusia (SDM) Agribisnis sebagai aktor pengembangan agribisnis.

 

 

 

3. Strategi pemasaran

Dalam dunia bisnis, pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat penting peranannya terutama menghadapi masa depan. Karena kecenderungan konsumen terus mengalami perubahan. Maka dari hal tersebut, sekarang sudah mulai mengubah paradigm pemasaran menjadi menjual apa yang diinginkan oleh pasar.

 

 

 

4. Industri perbenihan

Dalam pembentukan atribut produk agribisnis secara keseluruhan maka industri  perbenihan menjadi mata rantai terpenting. Dalam hal ini seperti atribut nutrisi dan atribut nilai, serta atribut keamanan dari produk bahan pangan seperti kandungan logam berat, residu pestisida, kandungan racun juga ditentukan pada industri perbenihan.

 

 

 

5. Kebijaksanaan terpadu pengembangan

Dalam pengembangan agribisnis, ada beberapa bentuk kebijaksanaan terpadu, yakni kebijaksanaan dalam;

o) Pengembangan produksi dan produktivitas di tingkat perusahaan

o) Tingkat sectoral untuk mengembangkan seluruh kegiatan usaha sejenis.

o) Tingkat sistem agribisnis yang mengatur keterkaitan antara beberapa sektor

o) Ekonomi makro yang mengatur seluruh kegiatan perekonomian yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap agribisnis

 

 

 

Seperti Apa Prospek Agribisnis ke Depan?

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Sebagai negara agraris, Indonesia berhasil membuktikan kesuburan tanahnya. Maka tidak heran mata pencaharian warganya paling banyak bekerja di sektor pertanian. Nah, lalu bagaimana dengan prospek kerja agribisnis? Berikut ini penjelasannya.

1. Pengusaha

Bila kamu tertarik dengan agribisnis hingga sampai mempelajarinya di bangku perkuliahan, maka berbanggalah dengan itu. Sebab ilmu yang didapatkan dari beberapa mata kuliah di dalam jurusan ini, seperti ekonomi pertanian, pemasaran agribisnis, dan rekayasa agroindustri, bisa kamu terapkan ke kehidupan nyata dalam usahamu nanti.

 

 

 

2. Lembaga Swadaya Masyarakat

Sistem agribisnis menerapkan konsep pertanian modern. Berbeda dengan para petani dulu yang masih berbekal pengetahuan seadanya, tanpa mengenal cara mengelola baru yang lebih modern dengan hasil panen yang banyak dan berlimpah.

Maka oleh sebab itu, dengan bergerak di LSM, kamu bisa menjadi sumber informasi bagi para petani dengan cara membagikan ilmu yang telah kamu dapatkan saat duduk di bangku kuliah.

 

 

 

3. Peneliti

Kita paham betul bahwa ilmu pengetahuan tidak akan berhenti berkembang, karena itu dibutuhkan tenaga profesional dalam bidang penelitian. Nah, sebagai lulusan agribisnis tentunya kamu dapat menjadi seorang peneliti.

 

 

 

Manfaat Berbisnis di Bidang Pertanian (Agribisnis)

Pengertian Agribisnis

Pengertian Agribisnis – Juraganesia.net

Berikut ini beberapa manfaat berbisnis di bidang pertanian:

1. Membantu pemasokan bahan pangan

Salah satu manfaat berbisnis di bidang pertanian, terutama beras akan membantu pemasokan bahan pangan. Sehingga, selain dapat meraup keuntungan, berbisnis di bidang pertanian juga akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

 

 

 

2. Meningkatkan nilai ekonomi

Agribisnis menjadi salah satu bidang usaha yang menjanjikan dari segi keuntungannya. Meskipun terdapat kendala seperti musim yang dapat memengaruhi tanaman, namun usaha bidang pertanian ini mampu mendongrak nilai ekonomi.

 

 

3. Menunjang semua sektor

Agribisnis menjadi tulang punggung perekonomian dunia. Karena merupakan sektor yang mampu menyediakan bahan makanan atau pun bahan baku bagi industri-industri pengolahan. Maka bidang usaha ini menunjang kinerja di semua sektor.

 

 

 

4. Menjadi komoditas ekspor

Manfaat usaha agribisnis selanjutnya ialah produknya dapat menjadi komoditas ekspor yang menguntungkan. Terutama bagi negara penghasil komoditas ekspor tersebut. Selain menguntungkan dari segi materi, ekspor produk pertanian juga akan membawa nama baik bagi negara tersebut sebagai negara pengekspor produk pertanian.

 

 

 

5. Mengurangi impor bahan pangan

Berbisnis di bidang pertanian juga akan mengurangi impor bahan pangan. Bisnis di bidang pertanian bermanfaat dalam memasok kebutuhan bahan pangan. Maka hal ini saling berkesinambungan, karena dengan begitu impor bahan pangan akan sedikit demi sedikit berkurang.

 

 

 

6. Membuka lapangan pekerjaan

Agribisnis tidak hanya soal bercocoktanam dan menghasilkan produk, tetapi lebih daripada itu saja. Bidang usaha pertanian ini memiliki perencanaan bisnis yang lebih modern. Seperti mengolah sebuah produk menjadi produk baru yang memiliki nilai jual tinggi. Mengingat hal itu, tentu dibutuhkan sumberdaya manusia yang mumpuni. Maka agribisnis juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

 

 

 

7. Bermanfaat bagi masyarakat luas

Seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa agribisnis membutuhkan sumberdaya manusia yang mumpuni untuk menunjang keberhasilan bisnisnya di bidang pertanian. Maka hal ini akan membuka peluang kerja bagi masyarakat dan akan mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, produk yang dihasilkan juga akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi jika produk yang dihasilkan adalah bahan pangan seperti beras.

 

 

 

Kesimpulan:

Hortikultura adalah subsektor yang sangat prospektif mendongkrak nilai ekonomi dan pendapatan petani. Terutama bagi Indonesiam yang memiliki tanah yang subur. Maka usaha di bidang pertanian memiliki prospek kerja yang bagus diterapkan di negara ini.

Usaha bidang pertanian ini disebut dengan agribisnis. Secara sederhana agribisnis merupakan bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun hilir. Adapun penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan.

 

Berbisnis di bidang pertanian terbilang cukup sulit, sebab harus memerhatikan kondisi musim atau cuaca di daerah setempat. Agar tidak merusak tanaman atau sampai gagal panen. Oleh sebab itu perencanaan bisnis itu penting sekali. Tapi jangan pantang menyerah , ya. Tetap berusaha yang terbaik untuk hasil yang terbaik.

Nah, demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai agribisnis. Bagaimana Sahabat Juraganesia, tertarik untuk memulai bisnis di bidang pertanian? Itu patut untuk dipertimbangkan, loh. Karena usaha bidang ini memiliki prospek yang bagus. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ya.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: