Kisah Nyata Tentang Baju yang Menipu, Inspiratif Banget!

Kisah Nyata Tentang Baju yang Menipu – Hallo sahabat Juraganesia  yang kami hormati, terimakasih telah mengunjungi laman artikel kisah nyata berikut ini. Admin sangat senang jika dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi anda semua yang mengunjungi situs Juraganesia.

Kisah Nyata Tentang Baju yang Menipu

Kisah Nyata Tentang Baju yang Menipu – Juraganesia.net

Nah Juraganesia Lovers, Pada kesempatan ini admin akan bercerita tentang sebuah kisah nyata yang menjadi latar belakang berdirinya Stanford University. Apakah anda sudah tahu bagaimana alur ceritanya? jika belum silahkan dibaca dibawah ini ya guys!

Baca Juga : Cerita Motivasi Tentang Seorang Trainer yang Bijaksana.

 

 

Kisah Nyata Tentang Baju yang Menipu

Suatu siang yang panas, ada seorang wanita yang mengenakan baju pudar sedang menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang. Ketika itu keduanya turun dari kereta api di Boston, berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University dengan maksud ingin bertemu dengan pimpinan universitas tersebut.

Stasiun yang ada di Boston

Kereta Api Boston – Juraganesia.net

Sesampainya disana, sang sekretaris dari universitas itu langsung mendapatkan kesan yang kurang enak dikarenakan mereka hanyalah sebagai orang kampung,udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard University dan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

‘’ Kami ingin bertemu pimpinan Harvard, bisakah?’’ kata pria itu dengan lemah lembut kepada sang sekretaris. Kemudian, sang sekretaris itu pun menjawab dengan cepat,’’Maaf pak, beliau sangat sibuk hari ini’’.

Mendengar perkataan sang sekretaris tersebut, maka sang istri dari pria itu menyahut,’’ oh ya, jikalau begitu kami akan menunggunya’’. ‘’silahkan!’’ jawab sekretaris yang cantik itu.

 

Artikel Terkait : Kisah Lucu Seorang Anak Muslim dan Guru Atheis, Logika yang Terpatahkan.

 

 

Setelah 4 Jam Kemudian…..

Selama empat jam kemudian sekretaris itu mengabaikan mereka dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat untuk menunggu dan pergi. Tapi kenyataannya tidak. Sang sekretaris itu pun mulai frustasi dan agak jengkel. Pada akhirnya ia memutuskan untuk melaporkan tentang hal ini kepada pimpinannya.

‘’Maaf pak, mungkin jika anda menemui mereka selama beberapa menit mereka pasti akan pergi.’’ Kata sang sekretaris kepada sang pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas yang panjang dengan keram dan mengangguk.

Orang yang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, dan Ketika ia melihat dua orang memakai baju pudar dan kusam diluar kantornya, seketika itu rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang pimpinan Harvard dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Melihat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah muncul, wanita tua dan pria tua itu yang tampak letih itu pun berkata dengan mata yang berbinar-binar kepada pimpinan Harvard,

’’Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard, dia sangat menyukai Harvard dan bahagia kuliah disini, tapi setahun yang lalu, ia meninggal dunia karena kecelakaan. Jadi maksud kedatangan kami kesini tuan adalah untuk mendirikan sesuatu untuk memperingati anak kami yang meninggal. Adakah tempat dikampus ini?’’ permintaan  orang tua tersebut.

Tapi sepertinya sang pimpinan Harvard itu tidak tersentuh sedikitpun bahkan wajahnya menjadi merah dan ia tampak terkejut dan berkata kasar kepada kedua orang tua tersebut.

‘’ Maaf nyonya, kita tidak bisa mendirikan sebuah  tugu untuk setiap orang Harvard yang meninggal dunia. Kalau kita lakukan seperti itu, tempat ini sudah seperti sebuah pemakaman.’’ Mendengar hal itu, wanita tua itu menjelaskan,

’’Oh, bukan itu yang kami maksud bapak kepala, kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan, kami hanya ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.’’

Sang pimpinan mulai berfikir, ia menatap sekilas pada baju pudar dan usang yang mereka kenakan. Dan kemudian menjawab,

’’Sebuah gedung??? Haha… apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung disini? Kami memiliki lebih dari 7,5 juta USD hanya untuk membangun fisik gedung ini saja.’’ Teriak sang pemimpin Harvard. Untuk beberapa saat, wanita itu berdiam dan pimpinan itu senang. Mungkin ia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Kisah nyata yang Inspiratif banget

Kisah Nyata yang Melatarbelakangi Berdirinya Stanford University – Juraganesia.net

Dan beberapa saat wanita itupun menoleh kepada suaminya dan berkata pelan,’’ Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas mengapa tidak kita buat sendiri saja?’’. Suaminya pun mengangguk. Sedangkan wajah pimpinan Harvard univesity sudah tampak kebingungan.

Akhirnya, Mr.William dan Mrs.Stanford  bangkit dan berjalan pergi. Melakukan perjalanan ke Pallo alto,California. Dan disana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama mereka. Sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak dipedulikan oleh Harvard.

 

Kesimpulan

Para pembaca yang budiman, kita sering silau pada penampilan padahal baju adalah hanyalah sebuah bungkusan, sedangkan apa yang disembunyikannya terkadang tak ternilai. Jadi, janganlah terlalu abai, terkadang baju sering menipu kita.

Seperti pepatah bahasa Inggris mengatakan ” Don’t Judge a book by its cover” yang berarti bahwa jangan sekali- kali menilai apapun itu dari tampilan luarnya. So, Admin menghimbau teman- teman sekalian untuk sama- sama intropeksi serta mengevaluasi diri kita sendiri sebelum menilai orang lain.

 

Nah Sahabat Juraganesia, bagaimana menurut anda? Kisah diatas sangat menggugah inspirasi dan memberikan seribu satu pelajaran ke kita, bukan? Semoga artikel ini dapat berguna serta bermanfaat ya bagi semua teman- teman yang sedang mencari inspirasi.

Seperti biasa, Terimakasih banyak atas kunjungannya dan Salam sukses para juragan!

 

No Responses

Leave a Reply

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: