Keutamaan Sholat Tarawih Berjamaah

Keutamaan Sholat Tarawih – Hallo sahabat Juraganesia yang tetap istiqomah dalam melaksanakan perintah Allah Swt. Semoga kita selalu berada dalam limpahan rahmat-Nya, Amin. Terimakasih juga kepada teman- teman yang sudah mau mampir dilaman artikel berikut ini semoga bermanfaat ya!

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Pada artikel kali ini, kita akan mencoba mengulas seputar sholat tawarih yang biasa kita laksanakan setiap menjelang bulan Ramadhan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sholat tarawih dikerjakan pada bulan Ramadhan, yakni setelah selesai mengerjakan sholat isya, kita semua melanjutkannya dengan mengerjakan sholat tarawih.

Namun kemungkinan yang ada, justru kita belum mengetahui apa sebenarnya sholat tarawih itu. Mulai dari pengertiannya hingga pada keutamaan sholat tarawih yang ternyata sangatlah luar biasa sekali. Maka berikut ini kami rangkum pembahasan mengenai sholat tarawih.

 

 

Baca Juga Artikel :  Bacaan Doa Setelah Sholat, Lengkap!

 

 

 

Pengertian Tarawih Menurut Bahasa dan Istilah

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Sebelum membahasnnya lebih jauh, kita perlu tahu pengertian tarawih. Arti dari tarawih itu sendiri adalah bentuk jamak dari tarwihah, secara bahasa artinya istirahat sekali. Ada pun di namakan demikian karena biasanya dahulu para sahabat ketika sholat tarawih mereka memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya.

Lalu ketika mereka sudah mengerjakan empat rakaat, mereka pun beristirahat lalu mengerjakan empat rakaat lagi, kemudian istirahat, setelah itu mengerjakan tiga rakaat. (Lihat Lisanul Arab, 2/462, Mishbahul Munir, 1/24, Syarhul Mumthi, 4/10). Sementara secara istilah, pengertian tarawih itu artinya qiyam Ramadhan, atau sholat di malam hari Ramadhan. (Lihat Al Mughni, 1/455, Syarah Shahih Muslim Iin Nawawi, 6/39).

 

 

 

 

Hukum Melaksanakan Sholat Tarawih Berjamaaah

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Hukum melaksanakan sholat tarawih adalah sunnah maukkad dan yakni sunnah yang ditekankan. Berikut ini beberapa dalilnya :

 

 

Dalil As Sunnah

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata :

 

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُرغِّبُ في قيامِ رمضانَ من غير أنْ يأمرَهم فيه بعزيمةٍ، فيقولُ: مَن قامَ رمضانَ إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تَقدَّمَ مِن ذَنبِه

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memotivasi orang-orang untuk mengerjakan qiyam Ramadhan, walaupun beliau tidak memerintahkannya dengan tegas. Beliau bersabda: “Orang yang sholat tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari no. 2009, Muslim no. 759).

 

Dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata :

 

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى في المسجدِ ذاتَ ليلةٍ، فصلَّى بصلاتِه ناسٌ، ثم صَلَّى من القابلةِ، فكثُرَ الناسُ ثم اجتَمَعوا من الليلةِ الثالثةِ، أو الرابعةِ، فلم يخرُجْ إليهم رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فلمَّا أصبحَ قال: قد رأيتُ الذي صنعتُم، فلمْ يمنعْني من الخروجِ إليكم إلَّا أنِّي خَشيتُ أنْ تُفرَضَ عليكم قال: وذلِك في رمضانَ

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sholat di masjid suatu malam, maka orang-orang pun ikut sholat di belakang beliau. Kemudian beliau sholat lagi di malam berikutnya. Maka orang-orang yang ikut pun semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul di masjid di malam yang ketiga atau keempat. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak keluar. Ketiga pagi hari beliau bersabda: aku melihat apa yang kalian lakukan semalam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir sholat tersebut diwajibkan atas kalian”. Perawi mengatakan: “itu di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 1129, Muslim no. 761).

 

 

 

Dalil Ijma

Al Imam An Nawawi mengatakan,

 

فصلاة التراويحِ سُنَّة بإجماع العلماء

“Sholat tarawih hukumnya sunnah dengan ijma ulama” (Al Majmu, 4/37). Sedangkan Ash Shan’ani mengatakan :

قيام رمضان سُنَّة بلا خلاف

“Qiyam Ramadhan hukumnya sunnah tanpa ada khilaf” (Subulus Salam, 2/11)

 

 

 

Sementara hukum melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah adalah lebih utama dibandingkan sholat tarawih sendiri. Dalil yang mendasarinya ialah sebagai berikut :

 

 

Dalil As Sunnah

Dari Aisyah radhiallahu’anha ia berkata :

 

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى في المسجدِ ذاتَ ليلةٍ، فصلَّى بصلاتِه ناسٌ، ثم صَلَّى من القابلةِ، فكثُرَ الناسُ ثم اجتَمَعوا من الليلةِ الثالثةِ، أو الرابعةِ، فلم يخرُجْ إليهم رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فلمَّا أصبحَ قال: قد رأيتُ الذي صنعتُم، فلمْ يمنعْني من الخروجِ إليكم إلَّا أنِّي خَشيتُ أنْ تُفرَضَ عليكم قال: وذلِك في رمضانَ

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sholat di masjid suatu malam, maka orang-orang pun ikut sholat di belakang beliau. Kemudian beliau sholat lagi di malam berikutnya. Maka orang-orang yang ikut pun semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul di masjid di malam yang ketiga atau keempat. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak keluar. Ketiga pagi hari beliau bersabda: aku melihat apa yang kalian lakukan semalam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir sholat tersebut diwajibkan atas kalian”. Perawi mengatakan: “itu di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 1129, Muslim no. 761)

Dalam hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam sholat tarawih secara berjamaah di masjid. Tetapi yang menahan beliau untuk merutinkannya adalah beliau khawatir sholat tarawih diwajibkan kepada umat beliau. Oleh sebab itu ini menunjukkan bahwa melaksanakannya di masjid lebih utama.

 

 

 

 

 

Dalil Ijma

 

Ath Thahawi mengatakan :

 

قد أَجمعُوا أنه لا يجوزُ للنَّاس تعطيلُ المساجِد عن قيام رمضانَ وكانَ هذا   القيام واجِبًا على الكِفايَة، فمَن فعَلَه كانَ أفضلَ مِمَّن انفرد به

“Para ulama ijma bahwa tidak boleh orang-orang meninggalkan masjid-masjid untuk mengerjakan qiyam Ramadhan. Dan qiyam Ramadhan ini fardhu kifayah, barangsiapa mengerjakannya berjamaah maka itu lebih utama dari pada sendirian.” (Mukhtashar Ikhtilaf Ulama, 1/315).

 

Ibnu Qudamah mengatakan :

 

وقال ابنُ   قُدامةَ: (الجماعةُ في التراويح أفضلُ، وإنْ كان رجلٌ يُقتدَى به، فصلَّاها في   بيته، خِفتُ أن يَقتديَ الناس به، وقد جاء عن النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: ((اقتدوا   بالخُلفاء))، وقد جاء عن عُمرَ أنه كان يُصلِّي في الجماعة… ولنا: إجماعُ الصَّحابة على ذلك

“Berjamaah dalam mengerjakan shalat tarawih itu lebih utama. Andai ada seorang yang meniru Rasulullah dengan shalat di rumah, aku khawatir orang-orang lain akan mengikutinya. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: ‘ikutilah para khulafa (ar rasyidin)’. Dan terdapat riwayat bahwa Umar bin Khathab mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah. Dan kami menegaskan bahwa para sahabat ijma akan hal ini” (Al Mughni, 2/124).

 

 

 

 

Dalil atsar sahabat

 

Dari Abdurrahman bin Abdil Qari, ia berkata :

 

خرجتُ مع عُمرَ بنِ الخطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْه ليلةً في رمضانَ إلى المسجدِ، فإذا الناسُ أوزاعٌ متفرِّقون يُصلِّي الرجلُ لنَفسِه، ويُصلِّي الرجلُ فيُصلِّي بصلاتِه الرهطُ، فقال عُمرُ رَضِيَ اللهُ عَنْه: إني أَرَى لو جمعتُ هؤلاءِ على قارئٍ واحدٍ، لكان أمثلَ، ثم عَزَمَ فجمَعَهم إلى أُبيِّ بنِ كعبٍ

“Aku keluar bersama Umar radhiallahu’anhu pada suatu malam bulan Ramadan ke masjid. Ketika itu orang-orang di masjid shalat berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Ada yang shalat sendiri-sendiri, ada juga yang membuat jamaah bersama beberapa orang. Umar berkata: ‘Menurutku jika aku satukan mereka ini untuk shalat bermakmum di belakang satu orang qari’ itu akan lebih baik’. Maka Umar pun bertekad untuk mewujudkannya, dan ia pun menyatukan orang-orang untuk shalat tarawih berjamaah bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab.” (HR. Bukhari no. 2010).

 

 

 

 

 

Rakaat Melaksanakan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Jumlah rakaat sholat tarawih dan sholat malam secara umum tidak memiliki batasan tertentu. Dalil yang mendasari akan hal ini ialah sebagai berikut :

 

 

1. Dalil As Sunnah

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, ia berkata :

 

أنَّ رجلًا سألَ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عن صلاةِ اللَّيل، فقال رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: صلاةُ الليلِ مَثْنَى مثنَى، فإذا خشِيَ أحدُكم الصبحَ صلَّى ركعةً واحدةً، تُوتِر له ما قدْ صلَّى

“Ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengenai shalat malam. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat, jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu subuh maka shalatlah satu rakaat untuk membuat rakaat shalatnya menjadi ganjil” (HR. Bukhari no. 990, Muslim no. 749).

 

Dari Aisyah radhiallahu’anha beliau berkata :

 

ما كان يَزيدُ في رمضانَ، ولا في غيرِه على إحْدى عَشرةَ ركعةً ؛ يُصلِّي أربعَ رَكَعاتٍ فلا تسألْ عن حُسنهنَّ وطولهنَّ، ثم يُصلِّي أربعًا، فلا تسألْ عن حُسنهنَّ وطولهنِّ ، ثم يُصلِّي ثلاثًا

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah shalat lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan atau di bulan lainnya. Beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 4 rakaat, jangan tanya mengenai bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 rakaat” (HR. Bukhari no. 2013, Muslim no. 837).

 

Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma beliau berkata :

 

كان صلاةُ النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم ثلاثَ عَشرةَ ركعةً. يعني: باللَّيل

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah shalat 13 rakaat di malam hari” (HR. Bukhari no. 1138, Muslim no. 764).

Ada pun dari sisi pendalilannya berikut ini : “Berdasarkan hadits-hadits ini diketahui bahwa  Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak membatasi jumlah rakaat shalat yang dikerjakan setelah Isya”.

 

 

 

 

2. Dalil Ijma

Dari Ibnu Abdil Barr mengatakan :

 

وقد أجمَع العلماءُ على أنْ لا حدَّ ولا شيءَ مُقدَّرًا في صلاة الليل،   وأنَّها نافلة؛ فمَن شاء أطال فيها القيام وقلَّت ركعاته، ومَن شاء أكثر الركوع والسجود

“Para ulama sepakat bahwa tidak ada batasan rakaat tertentu dalam shalat malam. Dan bahwasanya hukumnya adalah sunnah. Barangsiapa yang ingin memanjangkan berdirinya dan menyedikitkan rakaatnya, silakan. Barangsiapa yang ingin memperbanyak rukuk dan sujud, silakan.” (Al Istidzkar, 2/102). Kemudian beliau juga mengatakan :

 

أكثرُ الآثار على أنَّ صلاته كانت إحدى عشرةَ ركعةً، وقد رُوي ثلاث عشرة ركعة، واحتجَّ العلماء على أنَّ صلاة الليل ليس فيها حدٌّ محدود، والصلاة خيرُ موضوع، فمَن شاء استقلَّ ومَن شاء استكثر

“Kebanyakan shalat malam Nabi itu 11 rakaat. Namun terdapat riwayat bahwasanya beliau pernah shalat 13 rakaat. Oleh karena itu para ulama berdalil dari sini bahwa shalat malam itu tidak ada batasan rakaatnya. Dan shalat adalah perkara yang paling baik. Siapa yang ingin mempersedikitnya silakan, yang ingin memperbanyaknya juga silakan.” (Al Istidzkar, 2/98).

 

Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan :

 

ولا خلافَ أنه ليس فى ذلك حدٌّ لا يُزاد عليه ولا يُنقص منه، وأنَّ صلاة الليل من   الفضائل والرغائب، التي كلَّما زِيد فيها زِيد فى الأجر والفضل، وإنما الخلافُ في فِعل النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وما اختاره لنفْسه

“Tidak ada khilaf bahwa shalat malam itu tidak ada batasannya yang paten sehingga tidak boleh dikurangi atau ditambahi. Shalat malam adalah keutamaan dan hal yang sangat dianjurkan, yang semakin banyak dikerjakan maka semakin banyak pahalanya. Yang diperselisihkan adalah mana jumlah rakaat yang sering dilakukan Nabi dan yang menjadi pilihan (kesukaan) Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam untuk dirinya.” (Ikmalul Mu’lim, 3/82).

 

Al ‘Iraqi mengatakan :

 

قد اتفق العلماء على أنه ليس له حدٌّ محصور

“Ulama sepakat bahwa shalat malam itu tidak ada batasan rakaatnya.” (Tharhu At Tatsrib, 3/43).

 

 

Baca Juga : Bacaan Doa Sholat Taubat, Lengkap!

 

 

 

20 Keutamaan Sholat Tarawih Berjamaah, Kamu Harus Ngeh!

Berikut ini beberapa manfaat dan keutamaan sholat tarawih, di antaranya ialah sebagai berikut :

 

 

1. Memperoleh pahala semalam suntuk

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Keutamaan sholat tarawih berjamaah adalah mendapatkan pahala sholat semalam suntuk, yakni hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini :

 

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad). Dan juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi berikut ini :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi).

 

 

 

 

2. Mendapatkan pahala sholat berjamaah

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Sholat tarawih berjamaah maka baginya mendapatkan pahala sholat berjamaah. Sebab sholat berjamaah yang dilakukan di masjid pahalanya dua puluh derajat daripada sholat sendirian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

“Sholat berjamaah lebih utama dibandingkan sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (H.R. Bukhari).

 

 

 

 

3. Mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Hal lain yang didapatkan ketika kita mengerjakan sholat tarawih berjamaah adalah dapat mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah islamiyah di antara umat muslim. Bahwasannya umat muslim yang pergi ke masjid dan menunaikan sholat tarawih berjamaah bisa bertemu dengan sanak saudaranya atau tetangganya.

Dan hal seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Di antara keutamaan silaturahmi dijelaskan dalam hadits berikut ini.

 

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari).

 

 

 

 

4. Meningkatkan rasa cinta kepada masjid

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Mengerjakan sholat tarawih berjamaah juga dapat meningkat rasa kecintaan kita kepada masjid. Rutinitas selama bulan Ramadhan untuk pergi masjid juga akan membuat kita merasa senang mengunjungi masjid, sebab memiliki alasan untuk sering mengunjungi masjid yakni untuk mengerjakan sholat tarawih.

Ada pun orang yang senang mengunjungi masjid adalah salah satu golongan yang akan dilindungi pada hari kiamat kelak. Sebagaimana hadits berikut ini :

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh (golongan orang beriman) yang akan mendapat naungan (perlindungan) dari Allah di bawah naungan-Nya (pada hari kiamat) yang ketika tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya. Mereka, yaitu pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabb-nya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah,’ seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui sesuatu yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri sendirian hingga kedua matanya basah karena menangis.” (H.R Bukhari).

 

 

 

 

 

5. Memperoleh pahala berjalan ke masjid

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Maka tidak hanya ibadah sholatnya yang bernilai pahala, namun perjalanan menuju masjidnya pun bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana dapat kita lihat dalam hadits berikut ini.

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang ‘berjalan’ di dalam kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang akan diperolehnya pada hari kiamat.” (Shahih HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu pergi ke masjid untuk menunaikan solat yang telah Allah wajibkan kepadanya, maka setiap langkahnya menghapus satu dosa dan langkah yang satunya mengangkat satu tingkat derajatnya.” (HR.Muslim).

 

 

 

 

6. Sebagai sarana pembelajaran

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Sebelum atau setelah mengerjakan sholat tarawih berjamaah di masjid, biasanya imam atau khatib dapat menyampaikan ceramah, maka hal ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran untuk sama-sama menyimak isi ceramah pada waktu sholat tarawih.

 

 

 

 

7. Memeriahkan Ramadhan

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Sholat tarawih berjamaah juga akan menambah suasana Ramadhan menjadi lebih semarak, sehingga menjadikannya berbeda dari bulan-bulan biasanya. Sebab lebih meriah karena diisi dengan kegiatan yang positif, yakni ibadah sholat tarawih berjamaah.

 

 

 

 

8. Menyehatkan jasmani dan rohani

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Dalam sholat tarawih juga terdapat gerakan-gerakan sholat seperti sholat-sholat pada umumnya. Maka mengerjakan sholat tarawih juga dapat menyehatkan jasmani dan rohani, mengingat gerakan sholat memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh.

 

 

 

 

9. Merupakan amalan utama

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Menurut ulama-ulama Hanabilah (mazhab Hambali) mengatakan bahwasannya seutama-utamanya sholat sunnah adalah sholat yang dianjurkan secara berjamaah. Sebab sholat seperti ini hampir serupa dengan sholat fardhu.

Kemudian sholat yang lebih utama laggi ialah sholat rawatib (yakni sholat yang mengiringi sholat fardhu, baik sebelum atau sesudahnya). Dan sholat yang paling ditekankan dilakukan secara berjamaah adalah sholat khusuf (sholat gerhana) dan sholat tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 2/9633).

 

 

 

 

10. Mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan Sholat Tarawih – Juraganesia.net

Menurut riwayat Bukhari dan Muslim :

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Ada pun yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/39). Dalam hadits ini menyebutkan bahwa shalat tarawih dapat menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (Lihat Fathul Bari, 4/251)

Sementara yang dimaksud dengan  “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Idem)

Meskipun demikian, ternyata terdapat sebuah hadits yang masyhur yakni “30 keutamaan sholat tarawih” atau “keutamaan sholat tarawih per malam”. Bunyi hadits nya ialah sebagai berikut :

 

عن علي بن ابي طالب رضي الله تعالى عنه أنه قال : ” سئل النبي عليه الصلاة والسلام عن فضائل التراويح فى شهر رمضان فقال

يخرج المؤمن ذنبه فى اول ليلة كيوم ولدته أمه

وفى الليلة الثانية يغفر له وللأبوية ان كانا مؤمنين

وفى الليلة الثالثة ينادى ملك من تحت العرش؛ استأنف العمل غفر الله ماتقدم من ذنبك

وفى الليلة الرابعة له من الاجر مثل قراءة التوراه والانجيل والزابور والفرقان

وفى الليلة الخامسة أعطاه الله تعالى مثل من صلى في المسجد الحرام ومسجد المدينة والمسجد الاقصى

وفى الليلة السادسة اعطاه الله تعالى ثواب من طاف بالبيت المعمور ويستغفر له كل حجر ومدر

وفى الليلة السابعة فكأنما أدرك موسى عليه السلام ونصره على فرعون وهامان

وفى الليلة الثامنة أعطاه الله تعالى ما أعطى ابراهيم عليه السلام

وفى الليلة التاسعة فكأنما عبد الله تعالى عبادة النبى عليه الصلاة والسلام

وفى الليلة العاشرة يرزقة الله تعالى خير الدنيا والآخرة

وفى الليلة الحادية عشر يخرج من الدنيا كيوم ولد من بطن أمه

وفى الليلة الثانية عشر جاء يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر

وفى الليلة الثالثة عشر جاء يوم القيامة آمنا من كل سوء

وفى الليلة الرابعة عشر جاءت الملائكة يشهدون له أنه قد صلى التراويح فلا يحاسبه الله يوم القيامة

وفى الليلة الخامسة عشر تصلى عليه الملائكة وحملة العرش والكرسى

وفى الليلة السادسة عشر كتب الله له براءة النجاة من النار وبراءة الدخول فى الجنة

وفى الليلة السابعة عشر يعطى مثل ثواب الأنبياء

وفى الليلة الثامنة عشر نادى الملك ياعبدالله أن رضى عنك وعن والديك

وفى الليلة التاسعة عشر يرفع الله درجاته فى الفردوس

وفى الليلة العشرين يعطى ثواب الشهداء والصالحين

وفى الليلة الحادية والعشرين بنى الله له بيتا فى الجنة من النور

وفى الليلة الثانية والعشرين جاء يوم القيامة آمنا من كل غم وهم

وفى الليلة الثالثة والعشرين بنى الله له مدينة فى الجنة

وفى الليلة الرابعة والعشرين كان له اربعه وعشرون دعوة مستجابة

وفى الليلة الخامسة والعشرين يرفع الله تعالى عنه عذاب القبر

وفى الليلة السادسة والعشرين يرفع الله له ثوابه أربعين عاما

وفى الليلة السابعة والعشرين جاز يوم القيامة على السراط كالبرق الخاطف

وفى الليلة الثامنة والعشرين يرفع الله له ألف درجة فى الجنة

وفى الليلة التاسعة والعشرين اعطاه الله ثواب الف حجة مقبولة

وفى الليلة الثلاثين يقول الله : ياعبدى كل من ثمار الجنة واغتسل من مياه السلسبيل واشرب من الكوثرأنا ربك وأنت عبدى”

 

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang keutamaan Shalat Tarawih pada Bulan Ramadhan. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

1. Di malam pertama, Orang mukmin keluar dari dosanya , seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

2. Di malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

3. Di malam ketiga, seorang malaikat berseru di bawah Arsy: ‘Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.’

4. Di malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan.

5. Di malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjid al-Haram, masjid Madinah, dan Masjid al-Aqsha.

6. Di malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang ber-thawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

7. Di malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa ‘alaihissalam dan kemenangannya atas Firaun dan Haman.

8. Di malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

9. Di malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

10. Di malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

11. Di malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

12. Di malam kedua belas, ia datang pada hari kiamat dengan wajah bagaikan bulan di malam purnama.

13. Di malam ketigabelas, ia datang di hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

14. Di malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

15. Di malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para pemikul Arsy dan Kursi.

16. Di malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

17. Di malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

18. Di malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, ‘Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.’

19. Di malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajatnya dalam surga Firdaus.

20. Di malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

21. Di malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya gedung dari cahaya.

22. Di malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

23. Di malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

24. Di malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

25. Di malam kedua puluh lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

26. Di malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

27. Di malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

28. Di malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

29. Di malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

30. Di malam ketiga puluh, Allah ber firman : ‘Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.’

 

 

Nah Juraganers, Demikianlah pembahasan mengenai sholat tarawih yang memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaannya. Semoga kita semua senantiasa mengamalkannya pada bulan Ramadhan yang akan datang. Mohon maaf atas segala kekurangannya dan semoga artikel ini bermanfaat buat semuanya ya!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: