Bacaan Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Sebagai seorang makhluk yang lemah dan terbatas, kita pasti membutuhkan sesuatu yang lebih daripada kita. Tempat bergantung dan tempat memohon. Yakni Dia-lah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pencipta seluruh makhluk di muka bumi ini.

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

Selain membutuhkan sebuah Dzat yang lebih daripada kita, manusia juga seringkali membuat kesalahan-kesalahan baik itu secara di sengaja mau pun tidak di sengaja, mengingat manusia adalah tempat salah.

Maka dari itu, sudah selayaknya pula kita berdoa atau memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas perbuatan-perbuatan dosa yang telah kita perbuat. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk mengerjakan sholat taubat, serta berdoa atau memohon ampun kepada Allah Ta’ala.

 

Baca Juga : Sudah Hafal Belum? Nih Doa Sholat Hajat yang Paling Lengkap!

 

 

 

Fadhilah Membaca Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

Dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّر – وفي رواية: فيحسن الوضوء – ، ثُمَّ يُصَلِّى – وفي رواية: ركعتين –، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّه؛َ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ»، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ {وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci – dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik –, kemudian melaksanakan shalat – dalam riwayat lain: dua rakaat –, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui” (QS. Ali ‘Imraan:135)” (HR at-Tirmidzi (no. 406 dan 3006), Abu Dawud (no. 1521), Ibnu Majah (no. 1395) dan Ahmad (1/8 dan 10), dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hajar dalam “Fathul Baari” (11/98) dan syaikh al-Albani, serta dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban (no. 623) dan syaikh Ahmad Syakir).

Dalam hadits yang agung ini, kita dapat melihat keutamaan sholat dua rakaat ketika seorang bertaubat dari perbuatan dosa dan janji pengampunan dosa dari Allah Ta’ala bagi yang melakukan sholat tersebut, (Lihat keterangan imam Ibnu Hibban dalam kitab “Shahih Ibni Hibban” (2/389).

 

Ada pun beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits yang agung ini adalah sebagai berikut :

  • Besarnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia mensyariatkan bagi mereka cara untuk membersihkan diri dari buruknya perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.

 

  • Adalah wajib bagi seorang muslim untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala, merasakan pengawasan-Nya dan berusaha untuk menghindari perbuatan maksiat semaksimal mungkin. Ada pun bila dia terjerumus ke dalam dosa maka hendaknya dia segera bertaubat dan kembali kepada Allah (Lihat kitab “Bugyatul Mutathawwi, hal. 93), agar Dia mengampuni dosanya sebagaimana janji-Nya dama firman-Nya :

 

{إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ، وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا}

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS an-Nisaa’:17).

 

  • Ada pun yang dimaksud dengan “meminta ampun kepada Allah” dalam hadits ini ialah bertaubat dengan sungguh-sungguh yang disertai sikap penyesalan atas perbuatan tersebut, menjauhkan diri dari dosa tersebut dengan meninggalkan sebab-sebabnya, serta tekad yang bulat untuk tidak mengulainya semalanya dan bila dosa tersebut berhubungan dengan hak orang lain maka segera dia menyelesaikannya. (Lihat kitab “Tuhfatul Ahwadzi”, 2/368).

 

  • Imam Ibnu Hajar berkata, “Meminta ampun kepada Allah (hanya) dengan lisan, tapi masih tetap mengerjakan dosa (dengan anggota badan) adalah seperti bermain-main (dalam bertaubat).” (Kitab “Fathul Barii”, 11/99).

 

  • Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya orang yang beriman memandang dosanya seperti dia sedang berada di bawah sebuah gunung (besar) yang dia takut gunung tersebut akan menimpanya (dan membinasakan)nya, sedangkan rang yang fajir (rusak imannya) memandang dosanya seperti seekor lalat yang lewat di (depan) hidungnya kemudian dihalaunya dengan tangan (dianggapnya remeh dan kecil).” (HSR. Al Bukhari, no. 5949).

 

Baca Selengkapnya : Sudah Hafal? Beginilah Bacaan Doa Sholat Dhuha yang Sesungguhnya!

 

 

 

Mengapa Membaca Doa Sholat Taubat?

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

Pengertian doa ialah memohon atau meminta sesuatu yang bersifat baik kepada Allah Ta’ala seperti meminta keselamatan hidup, rezeki yang halal, keteguhan iman bahkan meminta ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Berdoa inilah bukti bahwa manusia itu lemah, terbatas dan tidak berdaya bahkan pada dirinya sendiri. Ia tidak sanggup dengan dosa-dosa yang telah diperbuat, maka berdoalah kita dalam sholat agar Allah Ta’ala mengampuninya.

 

 

 

 

Bacaan Doa Sholat Taubat Arab Dan Latinnya

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

Artinya: “Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu.

Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

 

 

 

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لّا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ،

وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتَ،

أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتَ،

أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،

 وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِر لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

“ALLAHUMMA ANTA ROBBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA, KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU, ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA, WA ABUU-U BI DZANBII, FAGHFIRLII FAINNAHUUA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA.”

Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

 

Ada pun terkait dengan doa yang kedua, Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

 

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ، قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ ، وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Artinya: “Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari).

Setelah mengerjakan sholat taubat, maka disarankan untuk disertai dengan melakukan berbagai amal kebaikan, ada pun bentuk amal kebaikan yang paling utama adalah sedekah. Karena sedekah merupakan sebab terbesar terhapusnya dosa-dosa seseorang. Sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut :

 

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Artinya: “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS Thaha ayat 82).

 

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ

Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al- Baqarah ayat 271).

 

Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

 

ثَلاَثٌأَقْسِمُعَلَيْهِنَّ : مَانَقَصَمَالٌمِنْصَدَقَةٍوَمَازَادَاللهُعَبْدًابِعَفْوٍإِلاَّعِزًاوَمَنْتَوَاضَعَلِلهِرَفَعَهُاللهُ

Artinya: “Ada tiga perkara yang aku berani bersumpah atasnya. yaitu :”Tidak akan berkurang harta dengan sebab sedekah, dan tidaklah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menambahkan kepada hamba dengan sebab dia pemaaf melainkan kemulian dan barangsiapa yang bersikap tawadhu karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat dan meninggikan (derajat kemuliaan-nya).”

 

 

 

 

 

Kisah Inspiratif  Pemuda / Pemudi Taubat dan Melakukan Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

Berikut ini kisah taubat salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salla, beliau bernama Tasalabah bin Abdul Rahman ra. Yakni ialah seorang sahabat yang mulia. Beliau berasal dari kalangan Anshar dan selalu setia melayani Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sejak beliau masuk islam.

Pada suatu ketika dalam sebuah perjalanan untuk menunaikan sebuah urusan, secara tidak sengaja Tsalabah ra. melihat seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Seketika itu pula ras atakutnya akan Allah Ta’ala muncul, ia takut jika Allah Ta’ala akan menurunkan wahyu atas apa yang telah terjadi. Oleh sebab itu, ia berlari hingga mencapai ke pegunungan, tinggal di sana dan senantiasa bertaubat dan menangis kepada Allah Ta’ala selama 40 hari.

Kemudian Malaikat Jibril as. Menyampaikan hal ini kepada Rasulullah, sehingga Rasulullah meminta kepada beberapa sahabat Anshar untuk menjemputnya. Lalu ketika sampai di Madinah, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam sedang memimpin sholat berjamaah. Sholatlah mereka, namun Tsalabah ra. masih dengan rasa berdosanya sehingga memilih shaf paling belakang.

Kemudian ketika ia mendengar ayat Qur’an yang sedang dibaca oleh Rasulullah, ia seketika pingsan. Lalu setelah selesai sholat, Rasulullah membangunkannya dan menanyakan perihal dirinya.

“Apa yg menyebabkan kau pergi dariku?” tanya Rasul. “Dosaku, ya Rasulullah,” jawabnya. “Bukankah aku pernah menunjukkan ayat yg dpt menghapus dosa dan kesalahan (QS.
2:201)?” tanya Rasul. “Betul, akan tetapi dosaku teramat besar, ya Rasulullah.” jawabnya. “Akan tetapi, Kalam Allah itu lebih besar lagi,” jawab Rasulullah Saw.

Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan agar Tsalabah dibawa ke rumahnya. Namun setelah sampai dirumah, Tsalabah ra. jatuh sakit, hingga akhirnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang mendengar kabar sakitnya Tsalabah ra menjenguknya. Tsalabah ra. masih malu karenarasa bersalahnya selalu menggeser kepalanya dari pangkuan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,

“Mengapa kamu geser kepalamu dari pangkuanku?” tanya Rasulullah Saw. “Karena kepala ini penuh dosa.” jawab Tsalabah ra. “Apa yang kamu keluhkan?,” tanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam kepadanya. “Seperti ada gerumutan semut-semut di antara tulangku, dagingku, dan kulitku.” Jawab Tsalabah ra. “Apa yang kamu inginkan?,” tanya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. “Ampunan Rabbku,” jawabnya.

Lalu setelah itu turunlah Malaikat Jibril as. kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam dengan membawa wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Andaikata hamba-Ku ini meghadap-Ku dengan kesalahannya sepenuh bumi, Aku akan menyambutnya dengan ampunan-Ku sepenuh bumi pula.”

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menyampaikan wahyu tersebut kepada Tsalabah ra, dan seketika ia terpekik dan meninggal. Maka Rasulullah Saw memerintahkan agar ia segera dimandikan dan dikafani. Pada saat selesai menyalatinya, beliau Shallallahu’alaihi wa sallam berjalan sambil berjingkat.

Lalu salah seorang sahabat menanyakan mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berjalan sambil berjingkat seperti itu. “Demi Dzat yang telah mengutusku dengan benar sebagai Nabi, sungguh aku tidak mampu meletakkan kakiku di atas bumi, karena malaikat yang turut melayat Tsalabah sangatlah banyak,” jawab Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

Kisah Tsalabah ra, seorang sahabat yang mulia, memberikan kita beberapa hikmah. Ada
keagungan dalam sikap Tsalabah ra dalam menyikapi rasa bersalahnya. Kesalahan Tsalabah ra mungkin merupakan sebuah kesalahan yang sepele untuk kita, namun tidak untuk seorang Tsalabah ra.

 

 

 

 

Tips Dan Cara Bertaubat yang Benar

Doa Sholat Taubat

Doa Sholat Taubat – Juraganesia.net

Agar taubat kita dapat sungguh-sungguh dan diterima Allah maka dibutuhkan syarat. Berikut ini beberapa syarat-syarat taubat menurut para ulama :

 

1. Islam

Tiak sah taubat dari dosa dan kemaksiatan kecuali dari seorang muslim, sebab taubatnya orang kafir ialah masuk islam. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya :

 

وَلاَ الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلَـئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

“Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (Qs. An Nisaa:18).

 

 

 

2. Ikhlas

Ikhlas dalam bertaubat menunjukkan bahwa taubatnya tersebut semata mengharap wajah Allah, ampunan dan penghapusan dosanya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

 

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إلاَّ مَا كَانَ خَالِصًا وَ ابْتَغَي بِهِ وَجْهَ الله

“Sesungguhnya Allah tidak menerima satu amalan kecuali dengan ikhlas dan mengharap wajahNya.”

 

 

 

 

3. Mengakui dosa-dosanya

Sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam kepada  Aisyah dalam kisah Fitnatul Ifki :

 

بَعْدُ يَا عَائِشَةُ فَإِنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْكِ كَذَا وَكَذَافَإِنْ كُنْتِ بَرِيئَةً فَسَيُبَرِّئُكِ اللَّهُ وَإِنْ كُنْتِأَلْمَمْتِ بِذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرِي اللَّهَ وَتُوبِي إِلَيْهِ فَإِنَّالْعَبْدَ إِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ إِلَى اللَّهِ تَابَاللَّهُ عَلَيْه

Amma ba’du, wahai A’isyah sungguh telah sampai kepadaku berita tentangmu bagini dan begitu. Apabila kamu berlepas (dari berita tersebut) maka Allah akan membersihkanmu dan jika kamu berbuat dosa tersebut, maka beristighfarlah kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya. Karena seorang hamba bila mengakui dosanya kemudian bertaubat kepada Allah niscaya Allah akan menerima taubatnya. (HR Al Bukhori).

 

 

 

 

4. Menyesali perbuatan doa yang pernah dilakukan

Tidak terwujud taubat kecuali dari rasa penyelesalan, sebab tidak menyesali perbuatannya adalah dalil keridhoan terhadap kemaksiatan tersebut, seperti disabdakan Rasulullah Shallallahu-alaihi wa sallam :

 

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

“Penyesalan adalah taubat.”

 

 

 

 

5. Meninggalkan perbuatan dosa tersebut

Hal ini termasuk syarat terpenting taubat. Dalilnya adalah firman Allah Swt sebagai berikut :

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (Qs. Al Imran:135).

Al Fudhail bin Iyaadh menyatakan : “Istighfar tanpa meninggalkan kemaksiatan adalah taubat para pendusta.”

 

 

 

Demikianlah pembahasan mengenai sholat taubat dan doa sholat taubat. Ada banyak sekali fadhilah yang dapat kita ambil, yakni di antaranya adalah makna dari bertaubat itu sendiri. Ada pun kisah sahabat Nabi tentang taubatnya semoga dapat memotivasi kita untuk senantiasa bersegera dalam bertaubat kepada Allah Ta’ala. Semoga artikel ini bermanfaat.

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: