Ternyata! Inilah Bacaan Doa Setelah Adzan dan Cara Menjawab Adzan, Kamu Sudah Hafal?

Bacaan Doa Setelah Adzan – Secara sederhananya adzan adalah sebuah panggilan sholat, namun sebenarnya pengertian adzan tidaklah sesederhana itu. Namun menganggapnya sebagai panggilan sholat tidaklah salah, bila konteks yang dimaksud sesuai dengan waktu di mana adzan itu dikumandangkan.

Maka penting bagi kita untuk mengetahui pengertian adzan, baik menurut bahasa mau pun istilah. Dan mengetahui hal-hal lain yang mengenai adzan hingga pada doa setelah adzan sesuai dengan sunnah.

 

 

 

Pengerian Adzan Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian adzan menurut bahasa berarti pemberitahuan atau seruan. Hal ini sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ

“Dan ini adalah seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia.” (QS. At Taubah : 3)

Ada pun pengertian adzan secara istilah adalah seruan yang manandai masuknya shalat lima waktu dan dilafazhkan dengan lafazh-lafazh tertentu. (Lihat Tafsirul ‘Alam Syarah ‘Umdatul Ahkam, hal 84, cetakan Maktabah Al Asadi, Karya Syaikh Abdullah Bassam).

 

 

 

 

Fungsi dan Tujuan Adzan Sholat

Adzan memiliki banyak sekali keutamaan-keutamaan, yang di dalamnya juga termasuk ke dalam fungsi dan tujuan dari adzan sholat itu sendiri. Bukan hanya sebagai seruan atau panggilan ketika sholat, lebih dari itu keutamaan adzan sangatlah agung.

Maka berikut ini kami rangkum di antara keutamaan-keutamaan adzan sholat:

 

Adzan ialah seruan paling dahsyat

Sungguh Maha Besar Allah, dengan adanya adzan ini tak henti-hentinya kita berucap syukur kepada-Nya. Adzan yakni sebagai sebuah seruan, atau menurut istilah sebagai seruan yang menandai masuknya sholat lima waktu, maka suaranya akan dikumandangkan pula sebanyak lima kali dalam sehari.

Sungguh bukan jumlah yang sedikit, apabila kita pikirkan bagaimana seluruh dunia mengumandangkan adzan di setiap daerahnya masing-masing, yang pada daerah itu dikumandangkan sebanyak lima kali. Pastilah suara adzan itu akan saling bersaut-sautan sehingga menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.

 

 

 

Adzan sebagai pengingat diri dalam melawan hawa nafsu

Di antara lafazh adzan yakni disebutkan ‘hayya ‘alal falah’ yang berarti ‘mari menuju kemenangan’. Maka hal ini sangat berhubungan dengan kemenangan akan diri sendiri dalam melawan hawa nafsu.

Dengan artian, ketika kita malas melakukan sholat, malas untuk pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah dan lain sebagainya. Maka adzan mengingatkan kita untuk selalu menang dari hawa nafsu, dan tidak diperbudak olehnya. Sehingga kitalah yang mengendalikannya, bukan malah sebaliknya.

 

 

 

Adzan yang mengusir setan

Adzan dapat mengusir setan. Hal ini sebagaimana di sampaikan dari Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila diserukan adzan untuk sholat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Ketika mu’adzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqomat ia berlalu lagi.” (HR. Bukhori, Muslim).

 

 

 

Mu’adzin akan dimintakan ampun atas dosanya

Hal ini sebagaimana dikatakan Ibnu Umar, yakni Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Diampuni bagi mu’adzin di akhir adzannya dan setiap yang basah dan yang kering yang mendengar adzannya akan memintakan ampun untuknya.” (HR. Ahmad)

Sementara itu diriwayatkan dari sahabat lain: Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mendoakan para imam dan mu’adzin: “Ya Allah, berikan kelurusan bagi para Imam dan ampunilah para Mu’adzin.”

 

 

 

Bacaan dan Lirik Adzan Beserta Artinya

Sebagaimana di sampaikan dari ‘Abdullah bin Zaid bin ‘Abdi Rabbih, dia berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah sepakat untuk menabuh lonceng, padahal beliau membencinya karena menyerupai kaum Nasrani, aku bermimpi berpapasan dengan seorang pria di malam hari.

Ia mengenakan dua pakaian hijau sambil membawa lonceng. ‘Aku berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah, apakah engkau menjual lonceng?” Ia bertanya, “Apakah yang kau perbuat dengannya?” Aku menjawab, “Kami menggunakannya untuk menyeru shalat.” Dia berkata, “Maukah kau kutunjuki (cara) yang lebih baik dari itu?” Aku berkata: “Tentu.” Dia berkata, “Katakanlah:

 

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ.

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ. لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

 

Tidak terlalu lama, kemudian dia melanjutkan: “’Kemudian jika engkau hendak mendirikan sholat (mengumandangkan iqamat) engkau mengucapkan:

 

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ الله، أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ.

قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

Pada saat pagi tiba, aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kuberitahukan kepada beliau tentang apa yang telah kulihat (dalam mimpi). Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ini adalah mimpi yang benar insya Allah.”

Kemudian beliau menyuruh adzan. Dan Bilal budak yang dimerdekakan oleh Abu Bakar mengumandangkan adzan dengan (lafazh tersebut). (Hasan shahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 469)], Ahmad (al-Fat-hur Rabbaani) (III/14 no. 244), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/169 no. 495), Sunan at-Tirmidzi (I/122 no. 189), secara ringkas, dan Sunan Ibni Majah (I/232 no. 706).

 

 

 

Bacaan Doa Setelah Adzan dan Terjemahannya

Setelah adzan selesai, maka ada sebuah amalan yang dapat kita kerjakan yakni di antaranya ialah membaca sholawat dengan bacaan sholawat yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, yakni sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam Jalaa-ul Afham hal 329-331: “Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad” atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud.

Setelah itu, ada amalan lain ketika setelah adzan yakni membaca doa setelah adzan yakni sebagai berikut:

 

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

“ALLAAHUMMA ROBBA HAA-DZIHID DA’WATIT TAAAMMAH. WASH SHOLAATIL QOO-IMAH, AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WAL FADHIILAH, WAB-‘ATS-HU MAQOOMAM-MAHMUUDANILLA-DZII WA ‘AD-TAH”.

Doa setelah adzan ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berikut ini. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

 

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: Allaahumma robba haadzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah [Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadhilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia (yang mengucapkan doa ini) akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR. al-Bukhari no. 614).

 

 

 

Cara Menjawab Adzan yang Baik dan Benar

Apabila selesai mendengar adzan maka kita harus senantiasa menjawabnya. Yakni ucapkanlah seperti apa yang diucapkan mu’adzin kecuali pada lafazh adzan ‘hayya ‘alash sholaah’ dan ‘hayya ‘alal falaah’, maka ucapkanlah ‘laa hawla quwwata illa billah’.

Sebagaimana disampaikan dari Abdullah bin ‘Amr bin Al’Ash, beliau mendengar Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

 

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kalian mendengar mu’adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, lalu bershalawatlah kepadaku, maka sungguh siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10x. Kemudian mintalah pada Allah wasilah bagiku karena wasilah adalah sebuah kedudukan di surga. Tidaklah layak mendapatkan kedudukan tersebut kecuali untuk satu orang di antara hamba Allah. Aku berharap aku adalah dia. Barangsiapa meminta wasilah untukku, dia berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 875)

Selain mendengarkan adzan lalu menjawabnya, kemudian setelah itu kita juga disyari’atkan untuk membaca doa setelah adzan. Yakni sebagaimana dikutip dari hadits riawayt Al-Bukhari no. 614.

 

 

 

 

Manfaat Adzan yang Sangat Penting

Secara bahasa adzan adalah pemberitahuan atau seruan, maka dari keberadaannya sangatlah bermanfaat bagi umat muslim. Di antara manfaat adzan ialah dapat mengetahui waktu sholat lima waktu telah tiba.

Adzan juga sebagai pengingat untuk senantiasa mengingati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yakni ketika kita sibuk dengan dunia, ketika adzan berkumandang, maka pada saat itu pula kita dapat mengingat Allah dengan cara melaksanakan ibadah sholat.

Selain itu, termasuk dalam keutamaan adzan ialah mu’adzin mendapatkan pahala yang agung. Yakni sebagaimana dijelaskan dalam hadits: “Mu’adzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang sholat bersamanya.” (HR. An-Nasa’i)

Maksud dari hadits di atas ialah, ketika mu’adzin mengumandangkan adzan dan banyak orang yang berdatagan ke masjid karena panggilan adzan itu, maka mu’adzin mendapatkan keutamaan pahala orang-orang yang datang untuk sholat bersamanya.

 

 

 

Suara Adzan Paling Merdu

Bilal bin Rabbah, yakni sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang juga merupakan muadzin  pertama dalam sejarah islam. Nama lengkapnya ialah Bilal bin Rabbah Al-Habasy. Berasal dari negeri Habasyah (sekarang Ethiopia, Afrika). Beliau mendapat gelar al assabiqunal al awaalun atau golongan yang pertama kali masuk islam.

Setelah mantap melantunkan dua kalimat syahadat, Bilal senantiasa mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Pada saat Rasulullah hijrah ke Madinah, Bilal pun turut serta bersama kaum muslim lainnya mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

Pada saat Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, mensyari’atkan adzan. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pun kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan adzan karena ia memiliki suara yang merdu.

Kecintaannya pada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam membuat Bilal tak lagi sanggup mengumandangkan adzan pada saat Rasullullah berpulang ke Rahmatullah. Ia selalu terisak pada saat melafadzkan, “Ash hadu anna Muhammad rasulullah”.

Kesedihannya sungguh tak bertepi, sehingga ketika sahabat Abu Bakar memintanya untuk menjadi mu’adzin seperti sedia kala, Bilal dengan sedih dan memohon untuk tidak bisa melakukan itu. Kesedihannya membuat Bilal pergi meninggalkan Madih, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Namun tak disangka, Bilal justru bermimpi bertemu dengan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Mimpinya itu membuat Bilal bersegera untuk melakukan perjalanan ke Madinah, yakni untuk berziarah pada Nabi.

Setibanya di sana, khalifah Umar bin Khattab memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja. Maka Bilal pun memenuhi permintaan itu. Kemudian pada saat Bilal mengumandangkan adzan, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut mendengar suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan kini sudah kembali.

 

 

Demikianlah pembahasan mengenai adzan. Tentang pengertiannya menurut bahasa dan istilah, keutamaan-keutamaannya hingga pada kisah seorang muadzin yang memiliki suara yang merdu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Don\'t Copy the Content is protected by Copyright!!
%d bloggers like this: